Kolaborasi dan Sinergi Antar Lembaga, Kunci Keberhasilan Pengawasan dan Pemutakhiran Data Pemilih yang Akurat
|
SORONG, BAWASLU PAPUA BARAT DAYA – Kolaborasi dan sinergi antar lembaga adalah kunci keberhasilan pengawasan dan pemutakhiran data pemilih yang akurat. Hal tersebut ditegaskan oleh Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya (PBD) saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Selasa (22/09/2026)
Rakor yang diselenggarakan secara daring oleh KPU Provinsi Papua Barat Daya, serta diikuti juga oleh Bawaslu PBD, Pemerintah Daerah, dan TNI/Polri dan berbagai stakeholder lainnya.
Persoalan data pemilih merupakan bagian penting untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas. Oleh karena itu, pemutakhiran data tidak boleh dipandang sebatas tugas rutin KPU dan Bawaslu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Data pemilih bersifat sangat dinamis dan kompleks. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang nyata bersama pemerintah daerah, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), TNI/Polri, hingga jajaran Lapas. ," ujar Farli, ketua Bawaslu PBD.
Lanjutnya, Jika persoalan data kependudukan seperti warga yang meninggal dunia, perpindahan domisili, maupun alih status TNI/Polri dapat kita selesaikan sejak dini secara bergotong royong, maka potensi sengketa data pada pemilu atau pilkada mendatang dapat diminimalisir.
Rakor ini turut dihadiri oleh perwakilan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, Polda Papua Barat Daya, Korem 181/PVT, dan Lapas Kelas IIB Sorong. Para stakeholder menyampaikan komitmen senada untuk memperkuat koordinasi, termasuk penataan data warga binaan pemasyarakatan serta pemutakhiran data alih status anggota TNI/Polri.
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi antar lembaga, Bawaslu PBD optimistis bahwa penyajian data pemilih berkelanjutan pada Semester II Tahun 2026 akan semakin mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan demi terciptanya Pemilu yang berkualitas.
Penulis/ Foto : Jonny R.K
Editor : Hendra W Lamanasa